pengertian dari petro dollar

ISO 31000-2009 Standar Manajemen Risiko
ISO 31000

ISO 31000-2009 Standar Manajemen Risiko

Pada November 2009, Organisasi Internasional untuk Standarisasi (ISO) memperkenalkan ISO 31000:2009 Standar Manajemen Resiko. Standar ini memberikan panduan yang diterima secara universal tentang proses manajemen risiko generik. Standar Manajemen Risiko dimaksudkan untuk menggantikan standar yang berbeda banyak, yang membentang di seluruh industri, wilayah, dan subyek. Termasuk informasi pada kedua Catalogue [...]

Bagaimana ISO 26000 Membantu Organisasi?
ISO 26000

Bagaimana ISO 26000 Membantu Organisasi?

ISO 26000 akan membantu semua jenis organisasi – Terlepas dari, aktivitas ukuran atau lokasi – untuk beroperasi secara bertanggung jawab sosial dengan memberikan panduan tentang: – Konsep, istilah dan definisi yang berkaitan dengan tanggung jawab sosial – Latar Belakang, tren dan karakteristik tanggung jawab sosial – Prinsip dan praktek yang [...]

ISO 26000 – Tanggung jawab sosial
ISO 26000

ISO 26000 – Tanggung jawab sosial

Internasional Standar ISO 26000:2010, Panduan tentang tanggung jawab sosial, menyediakan harmonis, bimbingan relevan secara global untuk organisasi sektor publik dan swasta dari semua jenis yang berdasarkan pada konsensus internasional di antara perwakilan ahli dari kelompok-kelompok stakeholder utama, sehingga mendorong penerapan praktek terbaik dalam tanggung jawab sosial di seluruh dunia. ISO [...]

Pembentukan ISO 26000 dan Hubaungan Terhadap Pekerja
ISO 26000

Pembentukan ISO 26000 dan Hubaungan Terhadap Pekerja

Bagaimana ISO 26000 berhubungan dengan pekerjaan yang baik yang ada? Pedoman dalam ISO 26000 mengacu pada praktek terbaik yang dikembangkan oleh ada inisiatif sektor publik dan swasta SR. Hal ini konsisten dengan dan melengkapi deklarasi yang relevan dan konvensi oleh PBB dan konstituennya, terutama Organisasi Buruh Internasional (ILO), dengan siapa [...]

Tindakan Pencegahan dalam Pengukuran Kebisingan
Hygiene Lingkungan Kerja

Tindakan Pencegahan dalam Pengukuran Kebisingan

Catat sebelum pengukuran Catat tanggal dan waktu pengukuran, lokasi, kondisi cuaca, nama-nama personil, tinggi mikrofon, lingkup pengukuran, konpensasi frekwensi dari meteran tingkat kebisingan, kecepatan pencatuan kertas dari perekam tingkat, model peralatn dan pabrik peralatan. 2. Pengaruh Angin Waktu mengukur kebisingan di luar rumah, pasanglah layar pencegah angin pada mikrofon dari [...]

Sumber Kebisingan
Hygiene Lingkungan Kerja

Sumber Kebisingan

Aktivitas dari berbagai proyek pembangunan menghasilkan dampak yang berbeda-beda dari bermacam-macam sumber kebisingan dan dapat dibagi kedalam 4 (empat) tipe pembangunan yaitu (Men KLH, 1989): Tipe pembanguna pemukiman Tipe pembangunan gedung bukan untuk tempat tinggal tetap, misalnya perkantoran, gedung umum, hotel, rumah sakit, sekolah dan lain sebagainya. Tipe pembangunan industri. [...]

Program Pengendalian Kebisingan
Ahli K3 Umum

Program Pengendalian Kebisingan

Berdasarkan teknik pelaksanaannya, pegendalian bising dibedakan dalam riga cara : Pengendalian pada sumber Beberapa teknik yang dapat dilakukan dalam cara ini adalah sebagai berikut : Meredam bising/ getaran yang ada Mengurangi luas permukaan yang bergetar Mengatur kembali tempat sumber Mengatur waktu operasi mesin Pengecilan atau pengurangan volume Pembatasan jenis dan [...]

Jenis Kebisingan
Hygiene Lingkungan Kerja

Jenis Kebisingan

Steady State Noise adalah kebisingan dimana fluktuasi dari intensitasnya tidak lebih dari 6 dB. Sebagai contoh, suara yang ditimbulkan oleh kompresor, kipas angin, dapur pijar (Steady State wide Band Noise); suara mesin gergaji sirkuler (Circilar Chain Saw), dan suara yang ditimbulkan oleh katup (Steady State Narrow Band Noise). Impact/Impulse Noise, [...]

Lama kerja (Jam kerja)
Kesker

Lama kerja (Jam kerja)

Jam kerja 8 jam per hari, di usahakan sedapat mungkin tidak lampauwi. Apabila hal ini tidak dapat di hindari, perlu di usahakn group kerja baru atau pengadaan kerja gilir ( shift work). Kerja lembur sedapat mungkindi tiadakan karena beberapa penelitian menunjukan bahwa kerja lembur dapat menurunkan efisiensidan produktivitas kerja serta [...]

Beberapa Prinsip Ergonomi
Industri / Industrial company / Kesker / Penyakit Akibat Kerja

Beberapa Prinsip Ergonomi

Banyak sekali prinsip ergonomi yang harus di terapkan, untuk mencari keserasian tenga kerja dan alat. Namun disini kami kemukakan contoh beberapa prinsip ergoni sebagai pengangan: Sikap tubuh dalam bekerja sangat di pengaruhi oleh bentuk, susunan, ukuran dan tata letak peralatan, penempatan alat-alat petunjuk, cara-cara memperlakukan peralatan seperti macam gerak, arah [...]

Cara  Penerapan dan Pendekatan Ergonomi
Kesker / Penyakit Akibat Kerja

Cara Penerapan dan Pendekatan Ergonomi

Ergonomi dapat dapat digunakan dalam menelaah sistem manusia dan produksi yang kompleks. Hal ini berlaku baiik dalam industry maupun sektor informal. Dengan mengetahui prinsip ergonomi tersebut dapat di tentukan pekerjaan apa yang sesuai bagi tenaga kerja tau konstruksi alat seperti apa yang layak di gunakan agar mengurangi kemungkinan keluhan dan [...]

Faktor- Faktor Penyebab Penyakit Akibat Kerja
Kesker / Penyakit Akibat Kerja

Faktor- Faktor Penyebab Penyakit Akibat Kerja

Di tempat kerja terdapat faktor-faktor yang menjadi sebab penyakit akibat kerja sebagai berikut : 1. Golongan Fisik, seperti : a. Suara yang bisa menyebabkan pekak atau tuli b. Radiasi. Radiasi dapat berupa radiasi pegion dan radiasi non pegion. Radiasi Pegion, miasalnya berasal dari bahan-bahan radioktif yang menyebabkan antara lain penyakit-penyakit [...]

Komite Keselamatan Kerja
Industri / Industrial company / Kesker / Manajemen K3

Komite Keselamatan Kerja

Sala satu wahana yang paling berperan dalam melakukan konsultasi bersama adalah komite keselamatan kerja. Aagar efektif,komite tersebut perlu: • Di pilih dengen benar • Menyertakan perwakilan dari peserta • Mempunyai dasar reverensi dasar yang tertulis • Memiliki ketua yang -Dapat memimpin pertemuan -Berkomitmen meningkatkan standar K3 -Memiliki kewenangan untuk untuk [...]

Hak-Hak Perwakilan Keselamatan Kerja
Ahli K3 Umum / Industri / Industrial company / Kesker / Manajemen K3

Hak-Hak Perwakilan Keselamatan Kerja

Hak-hak perwakilan keselamatan kerja Hak-hak perwakilan keselamatan kerja meliputi: • Pengenalan upaya-upaya yang mempengaruhi kesehatan dan kewselamatan kerja • Tertib penunjukan penahsehat keselamatan kerja • Tertib penunjukan komandan kebakaran dan kondisi darurat • Peneyediaan informasi kesehatan keselamatnkerja yang berkaitan dengan yang diwakili dan dipersyaratkan oleh beberapa hokum • Penyediaan pelatihan [...]

Partisipasi Pekerja dalam K3
Manajemen K3

Partisipasi Pekerja dalam K3

Partisipasi pekerja dalam K3 dapat melalui cara misalnya :  Memberikan masukan mengenai adanya kondisi berbahaya di lingkungan masing-masing  Menjalankan dan melaksanakann kegiatan dengan cara yang aman yang telah ditetapkan.  Terlibat aktif dalam kegiatan K3 atau program lain yang berkaitan dengan K3,misalnya : • Anggota P2K3 • Komite [...]

Komunikasi manusia dengan manusia melalui alat/media komunikasi
Industri / Industrial company / Manajemen K3

Komunikasi manusia dengan manusia melalui alat/media komunikasi

Komunikasi manusia dengan manusia melalui alat/media komunikasi seperti telpon,buliten,poster, spanduk,situs internet,safety letter,dan lainnya.komunikasi ini banyak di gunakan dilingkungan kerja misalnya komunikasi antara petugas di ruang control dengan petugas dilapangan,komunikasi antara petugas K3 dengan para pekerja.komunikasi K3 antara manusia dengan manusia dapat diklasifiaksikan sebagai berikut. • Komunikasi internal,yaitu komunikasi di lingkungan [...]

Analisa Pekerjaan K3( Task Analysis )
Manajemen K3 / Training

Analisa Pekerjaan K3( Task Analysis )

Analisa pekerjaan dilakukan untuk mengidentifikasi bahaya yang berkaitan dengan pekerjaan atau suatu tugas.misalnya bahaya dalam suatu aktifitas seorang operator pabrik,tukang las,operator alat berat,dan lainnya. Pada dasarnya berbagia teknik atau metode identifikasi bahaya tersebut ditujukan untuk aspek manusia,proses,peralatan,dan prosedur.untuk mengidentifikasi dan menilai risiko yang berkaitan dengan keempat aspek tersebut dapat dilakukan [...]

Objektif dan Program K3
OHSAS

Objektif dan Program K3

Berdasarkan hasil identifikasi,penilaian dan pengendalian risiko yang telah dilakukan,OHSAS 18001 mensyaratkan untuk meyusun objektif dan program kerja Organisasi harus menetapkan,menjalankan dan memilihara dokumen objektif K3 pada fungsi dan tingkatan yang sesuai dalam organisasi. Objektif sebisa mungkin dapat terukur,konsisten dengan kebijakan K3 termasuk komitmen untuk mencegahan cedera dan penyakit akibat kerja,pemenuhan [...]

Proses identifikasi Bahaya
Industri / Manajemen K3 / Training

Proses identifikasi Bahaya

Proses identifikasi bahaya dn penilaiyan resiko harus mempertimbangkan: • Aktifitas rutin dan non rutin • Aktifitas dari semua indifidu yang memilii akses ke tempat kerja termasuk kontraktor • Perilaku masnusia,kemampuan dan factor manusialainya • Identifikasi semua bahaya yang berasal dari luar tempat kerja yang dapat menimbulkan efek terhadap kesehatan dan [...]

Identikasi Bahaya dengan Teknik Semi Proaktif
OHSAS

Identikasi Bahaya dengan Teknik Semi Proaktif

Teknik ini di sebut juga teknik belajar dari pengalaman orang lain karena kita tidak perlumengalaminya sendiri.Teknik ini lebih baik karena tidak perlu mengalami sendiri setelah itu baru mengetahui adanya bahaya. Namun tekni ini juga kurang efektif Kerena: • Tidak semua bahaya telah di ketahui atau pernah menimbulkan dampak kejadian kecelakaan. [...]